Batuampar.sideka.id || Penantian panjang  Para   petani    kini menui hasil Batu Ampar 29   Oktober   2018, Setelah Melewati      penantian yang panjang, mulai dari     berbagai       tahapan pengolahan tanah       peanaman hingga pengobatan dan lain sebagainya , kini bahagialah para petani Kampung Batu Ampar karna tibalah Saat   saat yang di nanti yaitu panen raya, para petani kini ahirnya dapat lega hati      walau berbagai     masalah      yang timbul di musim tanam yang hampir merugikan petani.  faktanya musim    tanam tahun ini  adalah musim gadu    atau jatuh pada musim kemarau dimana para petani harus        membanting     tulang     menguras      tenaga   dan fikiran di karenakan kurangnya curah hujan dan untuk mengairi tanaman , mereka harus Memindah kan air sungai ke sawah atau     menyedot air untuk mengairi sawah mereka, bukan    hanya     sekali dua    kali namun dari mulai tanaman   umur 25 hari   petani      sudah harus      mengecor hingga panen tiba     minimal satu minggu sekali petani harus mengecor ulah,.

Gambar 01 Tampak Padi Yang telah menua dan siap di panen (Dok Kampung)

Tanam padi di musim  kemarau   atau gadu memang  banyak sekali halang dan rintangan   yang harus di   hadapi petani kususnya petani padi di kampung batu ampar , selain kurangnya air konsumsi tanaman meraka juga   harus bergelut dengan hama – hama yang berdatangan di musim kemarau salah      satunya yaitu hama tikus,   mungkin tidak heran lagi bagi para petani dengan nama hama yang       satu ini yang     jelas merugikan masyarakat  petani berbagai cara petani mengusir hama yang satu   ini namun tidak sedikit petani yang di rugikan dan terpaksa harus gagal panen karenyanya,.

Cara –cara petani menangkis segala upaya membuat bagaimana agar padi yang mereka rawat bisa membuahkan hasil , perjuangan petani memang pantas di acungi jempol, bagai mana         tidak ‘ semua     manusia di dunia ini membutuhkan kerja keras  petani khususnya padi, karna bahan makanan utama kita terdapat pada Padi atau nasi apalagi di Negara kita ini Indonesia , orang bilang walau beberapa     makanan sudah kita konsumsi namun belum lengkap jika belum menkonsumsi nasi.

90% petani  Di kampung Batu Ampar kini tengah berbangga hati bersukur    kepada tuhan karena hasil panen kini telah mereka rasakan Karna  berbagai rintangan dapat mereka lalui sehingga         hasil panen pun  dapat mereka rasakan,

 Penantian dan kerja keras petani berbuah manis karna pasca panen harga yang mereka dapat pun lumayan tinggi mencapai 4200 sampai 4750 ribu per kilo gram.

Selain harga yang baik pasca panen di musim kemarau pun di       dukung     dengan alat panen yang lancar tanpa hambatan sehingga tidak ada lagi padi yang tertinggal.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan