Andai Pupuk Organik Jadi Pilihan Petani

Batuampar.sideka.id    || 21 Agustus 2018 .Semilir angin di pematang sawah cukup dingin berhembus, lalu lalang para petani menambah suasana diareal persawahan menjadi ramai, sapaan ramah yang kami terima dari bapak-bapak petani di kampung batu ampar, pagi ini sideka batu ampar mengunjungi persawahan yang ada di kampung batu ampar, kampung yang sangat luas dan subur ini seakan menjawab akan kebutuhan masyarakatnya yang mayoritas petani.

 

ba-gaba Nampak Air seni bahan pembuat pupuk Organik Cair Di kumpulkan dalam jerigen yang kemudian akan di olah menjadi pupuk organik cair ( Foto Oleh Ted )
ba-gaba Sapi Bumkam Dan sapi Petani Yang di Manfaatkan Air Seninya Untuk Di olah Menjadi Pupuk Organik Cair Oleh Bpk Tedy ( foto oleh tad )

Hamparan hijau yang tertata rapi dapat menghipnotis  setiap mata yang memandangnya, pertanian memang menjadi mata pencaharian masyarakat kampung batu ampar menembus angka tujuh puluh lima persen adalah bertani disawah, alam telah menyediakan semua yang umat manusia butuhkan tergantung manusia itu sendiri yang harus pandai mengolah alam dan menjadikannya sahabat untuk kehidupan yang berkelanjutan.

ba-gaba Hamparan Hijau Tanaman Padi hasil uji coba pupuk organik cair buatan Bpk Tedy Di Areal Persawahan Kampung Batu Ampar ( Foto Kampung )

 Dikala pertanian yang ramah lingkungan sedikit demi sedikit ditinggalkan oleh para petani ada seorang petani pemula yang memulai cara bertani yang ramah lingkungan dengan mengandalkan ilmu yang didapat dari kawan-kawannya diseberang sana dimana cara-cara bertani yang ramah lingkungan itu sudah menjadi kebutuhan baik untuk kebutuhannya sendiri dan berdampak positif bagi alam yang selalu ramah dengan segala kebaikan alamnya.

 Melalui media sosial Dia belajar meramu dan membuat bahan-bahan organik mulai dari pupuk organik cair, pupuk kompos dari kotoran sapi dan kambing sampai pestisida nabati yang Ia pelajari lewat media internet yang tersedia gratis di kampung batu ampar.   Sepulangnya kami dari area persawahan kami mampir ke kediaman Mas Teddy seorang pegiat pertanian organik di Kampung Batu Ampar, pria ramah ini  mempersilahkan kami masuk ke rumahnya yang sederhana dibilangan  Jalur 2, Rt.002, Rk.001, Dusun Tegal Sari, Kampung Batu Ampar, dirumahnya yang tidak begitu luas terlihat jejeran drum dan jerigen-jerigen, Untuk apa mas? Tanya sideka kepada Mas Teddy “drum itu untuk menampung urin sapi yang akan saya jadikan bahan dasar Pupuk Organik Cair mas” jawabnya.

Prosesnya gimana mas? “prosesnya ya di fermentasi mas” ungkapnya lagi, lho apa cukup dengan urin sapi saja mas tanya sideka lagi seolah penasaran? “urin sapi sebagai bahan dasar yang akan dicampur dengan bahan-bahan lain seperti Bonggol Pisang, Limbah sayur-sayuran, EM4 buat dekomposernya, untuk molasenya saya pakai air cucian beras dan air kelapa, semua bahan dicampur dan difermentasikan selama kurang lebih lima belas hari’, imbuhnya bersemangat.

Wah rumit juga ya? “ya buat saya ini tidak rumit mas, bias dikerjakan dikala senggang pengaplikasiannya juga sederhana hanya saja untuk memulai pertamanya memang lumayan repot tapi buat saya dari pada limbah dari ternak terbuang sia-sia dan bisa mencemari lingkungan apa salahnya dimanfaatkan toh ini bisa meringankan beban petani terutama akan kebutuhan pupuk di sawah” jelasnya.

“dalam perhitungan modal pertanian padi yang sangat besar ini saya mencoba mensiasati dengan pupuk organik untuk menekan biaya operasional tanam padi disawah, meskipun saya sendiri belum berani untuk total memakai pupuk organik minimal bisa mengurangi biaya tanam terutama pada musim tanam Gaduh yang dilanda kemarau ini”. Paparnya.

Mas sudah uji coba? “saya sudah uji coba dilahan sendiri mas! Alhamdulillah hasilnya tidak mengecewakan, ada juga beberapa temen-temen petani yang datang meminta POC ini untuk sawahnya semua saya kasih secara gratis karena saya tau persis bertani padi itu butuh modal cukup besar, mungkin dengan bantuan pupuk organik buatan saya agar mereka  juga bisa  menekan biaya produksi hingga panen ya sekedar meringankan sedikit mas” ujarnya kepada sideka.

Alasan mas tertarik mengembangkan pertanian organik? “Saya mau punya umur panjang mas” selorohnya sembari tertawa. Koq begitu mas? Tanya sideka semakin penasaran? “ya sekarang tehknologi pertanian sudah berkembang sedemikian canggih mas! Tapi yang bisa membuat bumi pertiwi ini tersenyum hanya sedikit sekali, banyak produk-produk pertanian yang mengabaikan kelestarian alam terlebih dalam penggunaanya yang kurang bijaksana, dampak dari obat-obatan kimia itu yang membuat hasil pertanian terpapar kimia berbahaya” ungkapnya.

“Coba sampean bayangkan kalau yang kita makan sehari-hari sudah mengandung racun dari pupuk dan obat-obatan kimia  gimana mau sehat apa lagi bermimpi mau punya umur panjang.” Ucapnya sembari senyum-senyum lebar.

“saya menekuni pertanian organik untuk diri saya sendiri dulu mas, nanti   mereka akan tau sendiri  akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan menciptakan pola pertanian yang sehat dan ramah lingkungan.” Tutupnya.

Dengan kunjungan sideka ke rumah mas Teddy tadi dapat kita simpulkan betapa pentingnya menjaga kelestarian alam dengan cara bertani yang sehat dan ramah lingkungan, sebab bukan tidak mungkin makanan dan lingkungan akan semakin tercemar bila mana kita sendiri tidak bisa menjaga alam yang indah ini.

 

**Rahmat**

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan